}

Kamis, 18 Januari 2018

JANUARY FAVOURITES!

SO THE IDEA will be like this: tiap bulan, menjelang tengah or akhir bulan, aku akan bikin sedikit tulisan mengenai whats favorites of this month! It can be anything, mulai dari orang, barang, film, buku, acara, peristiwa, pengalaman, jalan-jalan or seperti yang kubilang tadi: anythings! Why did I do this? To be honest sebenernya aku terinspirasi oleh  youtube channel ini, yang aku subscribe dan sering kuintipin kalo aku lagi bosen berat dan butuh menyegarkan diri. Kedua, aku sedang berlatih membiasakan diri untuk melakukan self gratitude. There's bunch of things in my everyday yang sebenernya membuat hidup kita lebih indah, lebih nyaman, lebih berwarna, lebih ceriyah. Tapi kadang kita lupa dengan hal-hal kecil tersebut karena terlalu fokus sama le grande choses, as if  bahagia itu cuma bisa disimbolkan dengan rumah megah mobil mewah jalan-jalan foto-foto keluar negeri. Pay attention on small things in everyday life juga bisa jadi latihan efektif untuk creating happiness in everyday life, biar gak gampang stress, pundung, mutung, marah-marah dan berasa hidup paling berat sedunia macam drama korea. This won't be kind of review ato ulasan ato resensi, I'll just write about how I feel tentang barang/peristiwa/film/barang ini dan kenapa ini menjadi istimewa. So lets check out my January list! 

1. Friday Movie Club 


JADI ceritanya, salah satu resolusi 2018 aku adalah having fun and spread fun. So, bareng sama temen aku yang kebetulan sesama penyuka 'jalan kegelapan' - alias movie maniac, kita iseng-iseng bikin Friday Movie Time gitu di kampus. Formatnya sih sederhana aja gapake ribet bin rempong, tiap minggu kami bakal nyodorin 2-3 judul filem untuk di-vote sama temen-temen (gw pake situs ini buat bikin online vote) trus filem mana yang menang itu yang bakal kami puter buat nonton bareng. Kebetulan nih di perpustakaan kampus aku kan ada fasilitas ruang audio visual yang lumayan keren dan nyaman buat menyepi dan 'mencari kegelapan', jadi tiap Jumat siang kerjaan kita nongkrongin di sana buat nobar sama para mahasiswa yang imut dan centil. So far acara perdana kami sukses, dan sekarang sudah masuk minggu ke dua, cuma tinggal gimana caranya supaya ni acara bisa tetep konsisten berjalan rutin ajah. 

2. My Small Pocket Mirror


HOHOOO, ini dia salah satu amunisi perang penting kalo lagi mo ngelenong! Jadi nih ceritanya, abis baca bukunya Marie Kondo Life Changing Magic of Tidying Up , aku kayak semacam enlightened gitu, terinspirasi luar dalam untuk mulai declutter my life, my stuff, my mind. Pokoknya hidup simpel praktis minimalis iritis gitu deh. Dulu nih, aku yang sukanya bawa tas kura-kura ninja dengan bawaan selemari penuh yang bikin pundak pegel minta ampun, mulai dengan teganya (or ditega-tegain seh) untuk 'membuang' dan 'menyingkirkan' benda-benda yang you don't use anymore, you don't use oftenly dan don't spark joy buat kamu, termasuk juga urusan bawa-bawa make-up. Nah, this tiny mirror ini beneran macem life saviour buat aku, simpel praktis dan nggak banyak makan tempat. Tinggal diselipin aja di sela-sela kantong make-up, siap deh dipake kalo lagi mo ngelenong dimana ajah! Nih cermin dulu kubeli di Daiso - toko serba 100 yen-nya Jepang, yang kubeli waktu tahun kemarin maen ke Tokyo. Dulu ada sih aku punya pocket mirror laen, tapi dibandingin ini jauh lebih bulky en impractical. 

3.  The Body Shop Metal Lip Liquid Pink Nickel mixed with Wardah Matte Lip Cream Hello Ruby! 


YANG namanya lipen ini emang beneran racun wanita deh! Jadi ceritanya, awal tahun kemarin gw merasa perlu boosting warna hidup gegara hatiku yang suram sembilu abis operasi ACL. Singkat cerita, aku nyobain metal lip liquid series-nya TBS, kayaknya seru aja lihat pidio swatch-nya. Lalu walhasil jatuhlah pilihan ke Pink Nickel C25 ini. Pas dioles pertama sih kayaknya seru, tapi setelah dilihat dari kejauhan, kok aku berasa makin tambah mblusuk ya mukanya. Semacam kusem gitu gegara bibir berwarna nude metalik gituh, mungkin karena dipaduin sama muka aku yang emang tone dasarnya gelap gitu. Trus iseng punya iseng, nih metalic lipen aku mix sama koleksi lipen aku lainnya yang bejibun, dan ternyata pas kukawinin sama Hello Ruby-nya Wardah, hasilnya cakep banget! Kerasa banget glam en gorgeous-nya, apalagi kalau dipake malam hari. Jadinya tuh, perpaduan dua brand lokal dan interlokal ini jadi favorit aku banget di bulan ini, apalagi kalo suasana hati lagi pengen kelihatan bold gituh. 

4.  Tendercare Oriflame 



YUPS! Aku sebenernya nggak pake produk oriflame sih, tapi untuk ni produk emang oke di kulit aku. Aku nemu si mungil tendercare ini di lemari rias ibu aku, dan berhubung pas itu bibir aku lagi pecah-pecah karena kurang minum ya udah kuangkut ajah, yang pada akhirnya dengan berat hati diikhlaskan juga sama si ibu. Mostly aku suka sama kemasannya yang imut dan lucu, trus seperti fatwa di katalognya, si tendercare ini emang ampuh banget untuk menjernihkan segala kekeringan dan dahaga di kulit, di bibir, di pinggir-pinggir kuku dan bagian mana aja yang perlu disejukkan (termasuk di hati kali ya! Ahahaa..). Aku juga pake ni produk di sekitar luka bekas operasi aku yang di pinggirnya pada kering pecah-pecah dan gatel, minimal 2 kali sehari, pagi abis mandi dan malam sebelum tidur. 


5. Kopi Man-trex Temanggung. 



YANG namanya kopi sih sebenernya aku cinta segala cuaca segala suasana, apalagi kopi tubruk pait or dicampur susu dikit. Nah, kopi Man-Trex Temanggung ini kutemuin secara tak sengaja di koperasi kantor, karena tumben-tumbenan koperasi kantor punya kopi item instead of kopi instant, jadi kucoba deh beli satu bungkus. Murah, 100 gram cuma 15 ribu perak, dan ternyata nih kopi mayan juga. Paitnya pas, dan secara anehnya, walaupun ini jenis robusta, bersahabat dengan asam lambung yang sering suka kumat kalo maksain minum kopi lebih dari dua gelas. Apalagi dengan embel-embel kopi lokal Temanggung yang emang mayan terkenal enak, akhirnya sampai minggu ini aku udah repurchase sampai 3 kantong. 

6. The Happiness Project. 



BOOK of the month! Sebenernya buku ini udah kubeli lama, ada kali 2 tahunan nangkring di rak buku rumah, tapi entah kenapa baru kebaca bulan ini. Dulu sempat sih baca sampai 10-20 halaman, tapi aku merasa this book is not totally to be read this time, kayak nggak sesuai gitu dengan suasana hati aku. Nah, setelah kemarin bongkar-bongkar rak untuk bikin list buku yang mau kubaca di tahun 2018, nih buku tetiba aja nongol dan masuk di daftar. Mungkin karena temanya sedang sesuai dengan rencana hidupku untuk hafe fun spread fun, jadi kayak macam pas aja dibaca. Intinya sih sebenarnya ni buku separuh novel separuh self-improvement book gitu kali ya, gak murni fiction. Tapi so far good to be read, masih kerasa bau fictionnya tapi nggak menggurui dan sok mulia ala buku self help, yang kalo kubaca bisa berasa pengen menghela napas panjang. Kapan-kapan deh kucoba bikin review-nya! 

7. Masih Tetep Jawara, Pinky Ransel!


ANOTHER life saviour! Jadi ceritanya, salah satu alasan aku memutuskan untuk mulai decluttering life adalah untuk "memaksa" diriku bawa barang sedikit kalo pergi ke mana-mana, termasuk pergi ke kantor, supaya bisa pake tas cantik dan feminim ala mbak-mbak kantoran gitu deh. Quite work untuk beberapa bulan sebenarnya, asalkan pas nggak ada jadwal ngajar, jadi nggak perlu bawa-bawa laptop dan printilannya. Nah, semenjak kaki aku sakit dan bawa kruk kemana-mana, tas cantik yang terselempang indah di bahu ato dijinjing manis di tangan itu bener-bener nggak bisa bersahabat dengan dua tongkat ajaib penopang kaki. Rempong kemana-mana, muter gak jelas bikin susah jalan. Walhasil, dengan lapang dada dan penuh keikhlasan serta budi pekerti luhur, aku kembali pulang ke selera asal: si pinky ransel yang sudah sejak sekian lama menemani aku berkelana ke mana-mana. Udah deh tinggal masukin semua barang ke situ dan lempar ke punggung, langsung siap jalan!

Its always a good thing to embrace life and be grateful!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar