}

Kamis, 04 Januari 2018

CERITA TENTANG LUTUT: PASCA OPERASI ACL MINGGU KE DUA

HOLA! Update kemajuan pasca operasi ACL minggu ke dua. Minggu ini aku dijadwalkan untuk kontrol dokter, ketemu dr. Bambang Kisworo lagi setelah seminggu yang lalu beliao membedah-bedah lutut kananku. Well, tadinya aku agak pesimis sih, gimana mo jalan dan berangkat dari rumah, mengingat beberapa hari yang lalu ni kaki masih sakit banget digerakin dan digeser-geser, apalagi ditekuk-tekuk. Tapi setelah 2 hari sebelumnya aku berhasil nekad turun dari tempat tidur dan jalan ke kamar mandi dengan kaki diseret-seret macem ulat bulu (kaki kanan masih sakit banget untuk ditekuk), akhirnya aku berhasil memberanikan diri untuk jalan lebih jauh lagi (kayaknya emang beneran deh kalau first step always hard -literally in my case). Jadinya neh, pas hari kontrol tiba, aku memutuskan memberanikan diri untuk membonceng naik motor. Caranya? Gonceng miring dong. Agak susah sih emang, karena harus narik kaki waktu mo duduk di jok belakang, lalu menumpangkan kaki kanan (surgery one) ke kaki kiri (healthy one). Tapi finally, walaupun masih meringis waktu mo naik, akhirnya bisa juga aku dan suami berboncengan menuju RS. Panti Rapih (dan kebayang betapa bosannya aku selama berhari-hari gak pergi-pergi keluar rumah, so this fact that aku bisa membonceng motor adalah suatu pencapaian penting!). 

SINGKAT kata, kami pergi ke Panti Rapih dan bertemu dr. Bambang. Sebelumnya om dokter meminta aku untuk rontgen kaki lagi. Hasil rontgen sih bilangnya its OK, operasinya berjalan bagus, pen sudah terpasang bagus di lutut aku, menghubungkan antara paha dan betis. Lalu si dokter nyuruh aku berbaring di meja periksa dia, dan lagi-lagi menyuruh aku untuk menekuk lutut dalam posisi berbaring seperti yang dia lakukan waktu visit post operasi. Well, nggak terlalu banyak progres sih, karena emang aku nggak terlalu banyak melatih flexibility (sakit bo, jadi malas ceunah!). Om dokter kemudian ngasih aku beberapa exercise yang harus aku latih sendiri di rumah supaya kaki kananku bisa kembali kuat. Pertama, dalam kondisi berbaring, dia nyuruh aku untuk ngangkat kaki kanan (dalam keadaan lurus). Wanna know the result? Gue kagak bisa dooong, angkat kaki gue, beratnyaaaaa muinta ampun! Berasa ni kaki kagak ada tenaga sama sekali, plus sakit lunar binasa di bagian sambungan lutut. Dipaksa-paksa sampe berkeringat sekalipun aku hanya bisa ngangkat kaki 3 cm dari matras, itupun hanya tahan beberapa detik. Sempat frustasi dong gue, secara dalam hati aku merasa kan otot kaki aku lumayan, buktinya aku bisa lari 10 km dengan santai! Kata pak dokter dan asistennya, aku harus konsisten melakukan gerakan ini, angkat kaki dan ditahan sampai 10 detik, minimal 100 kali per hari (buset, keringetan gak sih. Ngangkat 3 senti aja sudah ampun juragan!). Then dokter juga menyuruh aku untuk duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menggantung, dan membengkokkan kaki sampai 90 derajat ke arah dalam, dengan pantat tetap ditekan ke matras. Bisa sih, tapi sakit! Jadi dokter Bambang bilang kalau oke, udah bisa menekuk 90 derajat, so kemajuan selanjutnya adalah beneran di tangan kamu. Harus rajin latihan dan jangan malas bergerak. Kaki sudah boleh menapak, tapi kruk masih tetap harus digunakan selama satu bulan ke depan (okebaiklah!).Dokter Bambang juga berpesan bahwa perban bisa dilepas beberapa hari ke depan, dan luka bekas jahitan sudah bisa kena air. Pesannya lagi: jangan manja, harus mandiri, dan tetap latihan! Bahkan secara literal dia berpesan ke suami aku untuk tidak usah membantu aku, biarkan aku melakukan dan mengusahakan sendiri. Baiklah! Selama bisa mandi dan mempercantik diri, I think I'll be fine!  

SAMPAI 9 hari post operasi, tepatnya 2 hari setelah kontrol, aku masih belum bisa ngangkat kaki dalam posisi lurus seperti yang disarankan Pak Bambang. Alamaaak sedih nian aku, berasa selamanya nggak akan bisa gitu deh (baper ya!). Selama hari-hari itu pula aku intensif baca blog sana sini, nonton yutub kemana-mana, just to know how people recover from their ACL surgery. Iya sih, tidak bisa dibandingkan metode latihannya, karena luka dan operasinya juga beda-beda. But at least kalau kita tahu apa yang harus dilakukan, jadi sedikit ayem dan ada gambaran lah kalau kondisi kita ternyata "normal". Jadi aku merujuk ke video latihan kaki pasca acl ini sebagai referensi, meskipun nggak semua gerakan kuikuti dan tetap yang utama adalah arahan dokter. Jadi mulailah, karena aku bertekad kuat supaya bisa back to the field aku harus benar-benar bisa memaksa diri dan disiplin latihan. 

FIRST time is always hard emang beneran kurasakan. Seperti yang kutulis tadi, sampai 9 hari post operasi aku masih belum bisa ngangkat kaki dari posisi tidur. Seberapapun kuat aku mencoba, kaki semacam gak ada tenaga gitu deh. Jadi, berdasarkan video yang aku tonton ini, aku menggunakan bantuan handuk untuk mengangkat kaki. Jadi handuk kukaitkan di tumit (dalam posisi duduk selonjor), lalu kutarik ke atas supaya kakiku ikut naik ke atas. 5-6 kali gerakan setiap sesi, satu hari bisa 2-3 sesi tergantung kondisi mental (males atau nggak). Pertama sih sakit, tapi lama kelamaan biasa juga. Aku juga pake bantuan handuk untuk latihan menekuk kaki. Caranya sama, dengan dikaitkan ke lutut (dalam posisi duduk selonjor), lalu handuk ditarik pelan-pelan ke depan supaya kaki kita tertekuk, lalu ditahan selama 10 detik. Sakit sih kagak terlalu, tapi emang kerasa kalau lututku kaku setengah mati. Kalau lagi pengen latihan hardcore, suami aku ikutan bantu, dengan memegangi dan menarik kakiku sampai menekuk maksimal (maksudnya sampai aku mengaduh minta ampun), ditahan 10 detik dan dilepas pelan-pelan. Biasanya sih suami kagak percaya kalau aku bilang sakit banget, jadi kalau kata dia (menurut dia) lutut aku masih bisa didorong menekuk lebih dalam lagi, dia akan 'maksain' mendorong tumitku lebih dalam lagi dan ditahan selama 10 detik. Bener sih, ternyata aku bisa, dan setelah itu lutut akan terasa lebih enakan. Jadi intinya emang push your limit deh! 

Nah, ngangkat kaki yang berasa sepele gini nih yang bikin aku frustasi setengah mati karena nggak bisa-bisa!


NAH, setelah 3 hari latihan hardcore, secara tiba-tiba, nggak tau angin dari mana, pas aku lagi iseng coba ngangkat kaki, tetiba saja kakiku bisa mulus terangkat ke atas dengan ajaib, kagak ada lagi perasaan berat dan lunglai di lutut! Wew kebayang dong betapa senengnya aku (eureka!). Ini baru bisa kulakukan di hari ke 10. Kabar baiknya lagi, di hari ke 10 ini aku juga udah mulai bisa tidur miring ke kiri, dengan kaki kanan (injury leg) berada di atas kaki kiri. Fyi, sebelum ini aku selalu tidur miring ke kanan karena kalau miring ke kiri kakiku terasa pegal dan tertarik. So, karena sudah bisa mengangkat kaki, mulai hari ke 10 itu aku mendisiplinkan diri berlatih (50 kali angkat kaki sehari instead of 100). Jangan kira akan mulus-mulus saja ya, karena pada awal-awalnya, ketika melakukan gerakan pertama, lutut bagian persambungan antar tulang rasanya sakit minta ampun! Setelah 3-4 kali gerakan sih biasanya lancar-lancar saja, tapi ya itu tadi, first step always painful! Aku juga terus melatih menekuk dan membengkokkan kaki. Update lainnya, bengkak masih terlihat, terutama di bagian paha (paha aku jadi berasa kayak paha gajah euy!). Dan, bengkak ini makin membesar sampai ke bawah lutut dan telapak kaki setiap sore hari, terutama kalau aku banyak beraktivitas dengan kaki atau kalau abis latihan hardcore. Kalo udah gini nih biasanya kaki jadi makin berasa kaku dan gak enak digerakin. Dari hasil intip-intip yang berjibun sih katanya bengkak ini biasa terjadi lama, bahkan ada yang sampai 6-7 minggu masih bengkak kakinya. So, sabar aja, kalo bengkak tetap aja buat berlatih dan beraktivitas, karena dengan semakin kuat otot kita, semakin berkurang juga bengkaknya. Kalo mau bisa juga dikompres pake air dingin biar agak kempes, tapi believe me, dia akan datang lagi sampai waktunya dia sirna ....

Latihan angkat kaki. Minggu pertama aku masih pakai bantuan anduk macam gini karena lutut belum kuat ngangkat beban kaki. Dilakukan 3 set, masing-masing set 10 kali angkat dengan ditahan selama 10 detik. 
Variasi latihan, nggak pakai nekuk kaki kiri.

Eureka! Gini nih gerakannya. Angkat, tahan 10 detik, turunkan. Angkat, ayun atas bawah 5 kali pelan-pelan, turunkan.

Latihan keseimbangan, kalau mau berdiri dari posisi duduk. 

O YA, minggu ke dua pasca operasi ini aku juga sudah mulai masuk kantor. Selain cuti sakit sudah habis, aku juga sudah bosan setengah mati ngendon di rumah dengan pergerakan terbatas (kalo masih bisa maen sih oke aja!). Daaaaaan karena ruangan aku ada di lantai atas, jadi aku juga harus membiasakan diri naik-naik ke puncak gedung dengan menapaki anak tangga satu-satu, gak bisa lagi gegayaan sambil lari-lari lompat-lompat macam dulu. Pertamanya sih agak-agak takut gimana gitu sih, tapi lama-lama biasa juga kok.  

SO, kesimpulannya, minggu kedua pasca operasi: sakit masih bersisa dikit (untuk gerakan tertentu masih berasa sakit banget, apalagi kalau habis bangun tidur dan kaki kaku), kaki kaku masih bersisa dan masih belum bisa nekuk maksimal, dan bengkak juga masih ada. Tapi mostly kita masih bisa melakukan aktivitas normal walo pelan-pelan. Yang penting pokoknya rajin dan konsisten berlatih dan (mencoba) mandiri. Sakit itu pasti, tapi jangan menyerah pokoknya. Push your limit and find your true strength! 

Because it's always a good thing to experience new things!  

1 komentar:

  1. malam mb, saya mau tanya2 lbh lanjut ttg operasi ini boleh ndak ya? kalo boleh saya minta alamat email/no hp mb saja monggo.. makasih mb:)

    BalasHapus