HOLA! Sudah minggu ketiga aja nih setelah operasi ACL! Banyak kabar yang perlu diupdate, dan banyak hal yang perlu dishare supaya teman-teman yang mengalami nasib yang sama dengan aku punya gambaran tentang apa yang akan kalian hadapi selanjutnya. Tentu saja apa yang aku rasakan dan aku jalani akan berbeda dengan yang dirasakan orang, jadi sekali lagi, latihan, progres perkembangan dll-nya adalah sangat tergantung dari individu masing-masing dan cedera yang dialami.
NAH, minggu ke tiga ini aku anggap sebagai minggu yang sangat penting selama masa recovery. Kenapa? Karena ini adalah akhir tahun dan banyak libur!!! Bayangkan aja, cuti bersama, libur natal dan tahun baru, plus jatah cuti tahunan yang membentang di depan mata, dan ransel di almari yang udah melambai-lambai minta diajak pergi. Seding dong deng rasanya, secara selama setahun penuh ini aku merasa sudah bekerja keras dan perlu me-reward diriku sendiri dengan liburan, jalan-jalan, petualangan bareng keluarga. Belum lagi Mbak Qori yang udah menagih janji naik gunung dan susur pantai, yang dengan sangat sedih cuma bisa aku iyain dan kembali dijanjiin kapan-kapan kalo ibuk udah sembuh. Meh banget kannnn....! Tapi akhirnya suami punya solusi cerdas, his palace of wisdom menitahkan kami untuk liburan aja bareng keluarga besar, ke gunung-gunung boleh, tapi yang bisa dijangkau pake mobil (or at least yang di parkirannya ada warung dan tempat nongkrong, jadi kalo Ibuk 'terpaksa' harus nungguin mereka jalan-jalan tar gak bosen-bosen amat). So jadilah akhirnya di minggu ke tiga pasca operasi ini kami memboyong keluarga besar ke Dieng, Wonosobo. Cerita perjalanan kami akan aku update secepatnya, tapi yang jelas gegara pengalaman hidup yang satu ini, aku jadi semakin aware bahwa fasilitas untuk para diffable di tempat umum itu sangat-sangat penting.
![]() |
| My, my family, the cruthes and Kawah Sikidang. Life must go on! |
YANG jelas, minggu ke tiga ini aku udah mulai lumayan lancar jalan pake dua kruk. Latihan masih, porsi makin ditingkatkan, walau kaki masih terasa sakit banget kalau pas awal mulai latihan. Kaki kanan aku masih bengkak di bagian paha dan lutut, dan bengkak makin gede tiap kali aku melakukan aktivitas yang agak intensif menggunakan kaki. Nah, kalo dah bengkak gini nih, berasa kaki gajah banget, jadi kebas gitu nih kaki kalau buat jalan. Trus di akhir minggu ke tiga ini aku juga mulai agak "nyolong-nyolong" coba jalan pake satu kruk, masih agak susah - karena kupikir kan di akhir minggu ke empat aku harus udah mulai latihan jalan tanpa kruk, jadi diusahakan sedikit-sedikit memberikan beban lebih kepada kaki kanan supaya mulai agak terbiasa dengan beban badan aku. Kalau di dalam rumah sih aku selalu usahain pake satu kruk, tapi kalau keluar rumah aku masih bawa-bawa dua biji, in case mendapatkan jalan yang sulit, rumit dan berliku dan kakiku tak mampu menopang berat beban hidup (halah, lebay 180 derajat!).
KABAR baiknya, kaki aku udah mulai agak lumayan fleksibel, udah bisa ditekuk lebih banyak dari minggu kemarin. Paling gak kalau duduk di kursi udah bisa menekuk nyaris 90 derajat sih. Buat gerakan tertentu, misalnya mengayunkan kaki ke depan dan ke belakang dari posisi duduk masih sakit di bagian sambungan lutut, mungkin karena luka bekas operasi di bagian dalam belum sepenuhnya sembuh kali ya. Tapi memang pada minggu ini aku agak hardcore sih melatih kaki, terdorong oleh kebutuhan (atau keinginan ya?) supaya bisa halan-halan liburan dengan kaki nyaman, tapi worth it lah! Sesuai prinsip aku: no pain no gain!
![]() |
| Sengaja dandan pake 'kostum perang lengkap' macam mo lari pagi kalo mau latihan di rumah, biar berasa serius en just to make me feel better aja sih! |
SO, kesimpulannya, dari apa yang aku rasakan selama 3 minggu ini dan dari apa yang aku baca (dari seabrek sumber), it's really a matter of consistency and hard work. Yeps kadang (sering sebenernya) aku merasa frustasi banget, pengen cepet bisa nekuk-nekuk, jalan-jalan, lari-lari, lompat-lompatan dll, tapi ini kaki semacam nggak bisa diajak kompromi. Udah ditekuk-tekuk sampai menjerit-jerit sakit tapi ni otot berasa keras kepala banget cuma mentok bisa segitu. Udah diangkat-angkat sampe meringis-ringis nahan perih masih aja tu lutut lemes serasa tak berdaya. Yah, kalau kata aku sih, tahap recovery ini emang lebih berat daripada rasa sakit setelah operasi, karena kita harus tetap menjaga semangat dan kesabaran supaya nggak mutung dan pundung yang akhirnya berujung pada malas latihan (yeps pengakuan dosa, kadang aku malas latihan sih, tapi cuma boleh kuijinkan sehari dalam seminggu untuk ngambil jatah 'malas', ahahaa). Tapi demi langit dan bumi dan semua tempat yang belum pernah kukunjungi, tetap semangat dan pantang menyerah. Life must go on!
It's always a good idea to see and to experience new things!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar