NAH, minggu ini gue mau buka rahasia tentang browser history gue nih! Ehehewww... gue termasuk orang yang (agak) tergantung sama internet sebenernya. Kalo duduk di meja kerja gak ada komputer nyala dan internet kesambung rasanya berasa sedih dan hampa gitu deh. Lebih lagi gue menganggap kalo kerjaan gue (agak) tergantung sama internet. Pokoknya sok digital gitu deh! Nah, kalo mo ngintip what's behind my browser history, cekidot yups! Fyi, daftar ini nggak diurutkan berdasarkan the most to the list ya, tapi yang jelas masih top eight, yang tiap pagi nyalain komputer selalu kubuka duluan secara otomatis (#spoiler: I'm not kind of social media addicted, so I would not mention any social media site on this list!).
1. yahoo, gmail dan printhilannya macam google calendar dan google translate.
YUPS! Gue selalu membuka hari dengan mengecek e-mail (pada hari kerja doang. Sabtu - Minggu gue beneran off dari dunia maya). Ada dua e-mail pokok yang aku punya, satu yahoo (untuk urusan pribadi) dan akun institusi berbasis gmail. Jadi nih, tiap kali buka browser, dua situs itu yang pasti pertama kali gue ketik di browser bar. Ngecek imel, balas imel kalo sekiranya mendesak, asalkan tidak lebih dari 10 menit. Untuk e-mail yang butuh mikir atau butuh kerja lebih buat balas, biasanya gue skip sampai menjelang makan siang (selama tidak mendesak dan tidak menyangkut hajat hidup rakyat banyak). Nah untuk printhilannya macam google translate, biasanya aku otomatis buka kalau lagi mo kerja dengan hal-hal berbau Inggris (maklum, suka sering berasa kehilangan kata). Untuk google calendar, karena pada dasarnya aku suka feel stay organized (baca: merasa rapi dan terorganisir - merasa aja ya), pagi hari biasanya aku input jadwal-jadwal gue ke depan, macam rapat, tugas ke luar dll dll, termasuk bikin to do list mo ngapain aja hari ini (paper based en digital based).
2. Youtube atau spotify.
I CANT work without music! Tergantung settingan mood, dua situs (dan aplikasi) ini selalu on di awal aku buka komputer. Biasanya, kalau lagi melo sendu pilu sembilu gitu, aku puter musik-musik instrumental yang calming, tapi kalau lagi semangat membara ya lagu-lagu yang ngehips en ngehits gitu lah. Biasanya, pilihan musik ini akan menentukan mood aku for the rest of my day, ahahaa...
3. Evernote
I depend too much on this website! Gue pake evernote untuk bikin catatan, bikin konsep, nyimpen potongan website yang mau dibaca nanti or mau digunakan untuk beberapa tujuan, termasuk bikin diary dan mencatat potongan-potongan ide yang sering berantakan terlintas di otak. Gue juga instal aplikasinya di tab dan di laptop rumah, jadi wherever aku pergi dan butuh nengok balik catatan yang kusimpen, bisa dibuka dimana saja kapan saja (its way more convenience rather than save your file on pc's foleder). Dan overall, evernote is the best app I've ever found to organize my file!
4. Dropbox
NAH, kalo yang ini bisa dibilang sih musiman, akan sering dibuka kalau murid-murid gue lagi banyak tugas yang harus dikumpulkan. Gue bikin peraturan ketat kalau sebisa mungkin memberi tugas yang paperless ke mahasiswa gue (untuk mengurangi eksploitasi sumberdaya alam), dan melarang mahasiswa gue ngumpulin tugas lewat e-mail. Kebayang aja kalau gue punya 3 kelas, 40 mahasiswa, 4 tugas, dan semuanya dikirim lewat e-mail, bakalan penuh inbox gue, belum lagi susah menyortir ini tugasnya siapa tugasnya yang mana. Jadi, setiap kelas gue bikini folder di dropbox tempat mereka mengupload tugas or apapun yang berhubungan dengan perkuliahan, termasuk upload slide presentasi, materi kuliah dll, demi efisiensi komunikasi perkuliahan.
5. Trello
SEPERTI kubilang tadi, gue orangnya suka kalo feel organized. Jadi, gue bikin catatan tentang kerjaan/proyek/ide (termasuk to do list) pake Trello ini. Sebenernya dulu gue install app-nya di HP, tapi gue nggak terlalu suka karena layarnya kecil n nggak convenience buat aku, jadi sekarang aku pake versi website-nya di komputer. Aku nyaman banget pake Trello ini, selain karena tampilannya menarik, this is what really I need untuk keep tracking kerjaan aku dan menyimpan ide-ide yang suka berantakan di kepala, termasuk juga mind mapping, karena card yang ada di trello ini bisa digeser di sana sini.
6. Coursera dan EdX
AT LEAST, once in a week gue buka website ini. Bagi yang belum got the idea tentang coursera dan EdX, dua platform ini sebenernya adalah penyedia jasa online course from all over the world, dari banyak universitas di seluruh dunia. Ada banyak pilihan kursus yang disediakan, mulai dari self-development, computer, science, life-science, matematika, sampai life skill macem fotografi, teknik presentasi, teknik negosiasi dll dll, banyak yang gratis dan ada yang berbayar. Gue sebenernya sudah sign up dari tahun 2014, tapi baru sejak 2016 aku berkomitmen untuk menyelesaikan at least 2 kursus dalam setahun (dan bisa lebih). Jadi, setidaknya setiap hari Jumat gue mendedikasikan diri sejam dua jam untuk ikut kursus online, either lewat coursera or EdX. Such a good learning experience deh, sampai-sampai gue selalu berpesan sama mahasiswa gue untuk nyobain ikut online course at least once in a lifetime.
7. Whatsapp Web
AHA! Hari gini siapa sih yang nggak pake whatsapp? Karena gue nggak tipikal orang yang sabar ber-HP, jadi gue lebih nyaman komunikasi lewat whatsapp web tinimbang whatsapp app di HP. Alasannya sih karena HP gue kecil n ngetik pake kibor biasa lebih nyaman daripada ngetik di HP. Tapi nih, gue mengaku dosa, whatsapp ini beneran the best distraction kalo kita lagi mo beneran fokus sama kerjaan yang butuh konsentrasi, en seringnya bikin emosi. So, kalau lagi perlu (dan pengen) autis, matikan hape tutup aplikasi whatsapp en stay focus!
8. Breaker
BUTUH konsentrasi? Well, kadang kendala terbesar ketika kita butuh fokus adalah stay focus itu sendiri. Buanyak sekali distraksi yang bikin kita gagal fokus dan gagal muv-on ke kerjaan yang seharusnya dilakukan. Kadang juga gue merasa hal paling berat juga adalah ketika mau mengerjakan pekerjaan itu sendiri. First step always hard, and thats true. Nah, dari online course yang pernah aku ikuti, aku menemukan cara ampuh untuk put off all distractions dan stay focus, dengan teknik Pomodoro. Caranya sebenernya sederhana, fokus selama beberapa menit tanpa berhenti (biasanya aku pakai 25 menit), lalu istirahat (10 menit). Nah, si Breaker ini sebenernya adalah aplikasi time-counting untuk teknik pomodoro ini, jadi dia akan kasih tau kapan waktu kita harus fokus dan kapan berhenti istirahat, dan berapa set fokus-istirahat yang kita mau. Tadinya aku pake versi online, tapi beberapa waktu ini aku install app-nya di komputer. Efektif? Bagi gue yes banget!
ITS always a good thing to explore and browse new things!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar